Laman

Kamis, 24 Maret 2011

THE SECOND STORY

DICKY MUHAMMAD PRASETYA, I LOVE YOU SO!
By: Anastasia Tita Pratiwi
@titapratiwi

Pada waktu libur natal sekolah kemarin, aku merasa sangat bosan hanya berada di Jogja saja. Akhirnya, aku berinisiatif untuk mengajak keluarga dan sahabatku Vanya untuk pergi ke Jakarta.
“Vanya! Besok ke Jakarta yok sama mama papa aku?”
“Ha? Ngapain Ta?”
“Ya liburan aja, aku bosen nih di Jogja terus. Lagian siapa tau kita bisa ketemu sama si ganteng idola kita itu, SM*SH! :P”
Tanpa berbasa-basi, si Vanya langsung menerima ajakanku. Keesokkan harinya, aku, Vanya dan keluargaku berangkat menuju Jakarta naik pesawat.
“Nya, denger-denger besok SM*SH mau tampil di Mangga Dua tuh. Kita kesana yuk! Yayaya?”
“YAKIN TA? OKE! AKU PASTI MAU!”
Kita berdua emang paling ‘gila’ kalo udah denger apa aja yang berhubungan dengan boyband SM*SH! Kita cintaaaaaa banget sama mereka! Sampe-sampe wallpaper hp dan seluruh file di hp penuh dengan SM*SH! Kalo si Vanya sih tergila-gila banget sama MORGAN, kalo akunya sih sama kak DICKY DOOONG! Hhaha.
Akhirnya di Bandara Soekarno-Hatta...........
“Eh Nya! Liat deh, itu kak Dicky bukan sih?” sambil menunjuk seorang laki-laki ganteng yang berbehel, memakai kacamata dan berpakaian modis.
“Ha? Mana Ta?” si Vanya sibuk mencari.
“Itu! Arah jam 9!” aku bantu dengan menunjuk.
“Iya Ta! Itu kak Dicky! Eh gak sendirian! Sama anak-anak SM*SH lainnya!”
“Ha? Iya! Ayo nyaaa samperiiiiiiiiiiiiiin!”
Akhirnya kita cepat-cepat lari, sampai lupa ijin ke kedua orangtuaku. Akhirnya aku meng-sms
mereka dan meminta ijin untuk bertemu dengan anak-anak SM*SH. Mumpung belum ada fans yang menghampiri mereka, aku dan Vanya buru-buru mengejar mereka karena mereka terlihat sedang cepat-cepat jalan (mungkin keburu pada tau ya kalo ada SM*SH disitu, kan lumayan tuh mereka gak repot-repot meladeni para fans-fansnya haha) setelah dekat dengan mereka......
“Kak Morgaaaaaaaaaan!!” Vanya berteriak supaya kak Morgan mendengarnya.
Morgan pun menengok kebelakang karena merasa ada seseorang yang memanggil namanya. Tanpa pikir panjang, Vanya langsung menghampiri kak Morgan dan menyuruhku agar mau membantu dia untuk berfoto dengan kak Morgan. Aku pun masih sangat terpesona melihat kegantengan kak Dicky! Oh ternyata, di TV ganteng. ASLINYA GANTENGGGGGG BANGEEEEETTTTT! (lebay-_-) yaudahdeh setelah sih Vanya foto dengan kak Morgan, aku langsung menyuruh Vanya untuk memoto aku dengan kak Dicky. Aku pun menghampiri kak Dicky.
“Kak Dicky......”
“Hei, halo halo! Mau minta foto dan tanda tangan? Hehe”
“Iyadong kak pastinya, masa aku mau minta kakak jadi pacarku? Haha :p”
“Ha? Apa?”
“Hmmm.... nggak papa kok kak hehe”
“Yaudah, ayo foto”
Setelah aku berfoto dengan kak Dicky, aku pun meminta tandatangannya. Setelah iya memberikan kertas tandatangan itu kepadaku, dia berkata....
“Sudah kan dek?”
“Hmm kalo belum gimana kak? Aku punya permintaan nih, kakak kira-kira mau ngabulin gak ya?”
“Apa permintaanya sayang?”
“Ha? Apa kak? Sayang?”
“Iyadong, kan Diki harus sayang sama fans-fans Diki.”
“Aaaaa kak Diki baik banget sih, unyuuuuu:3” sambil nyubit pipi Dicky-_-
“Hihi kamu juga unyu kok adeeeeek!” kak Dicky pun balik cubit pipi aku.
“Kak, follow back account twitterku dong sama minta pin BB kakak. Please banget kak, uhuhuhuhuhuu” akupun meminta sambil memasang muka melas dan cemberut.
“Oh Cuma begitu, gampang deh itu. Sini aku aja yang add pin bb kamu. Ntar follow backnya menyusul ya adeeek sayang!”
Awawawawaw betapa senangnya aku waktu itu, aku mendapatkan pin BB kak Dicky! Bisa foto sama dia, twitterku di follow back sama dia dan pastinya dia memanggilku dengan kata SAYANG! Sayang mereka harus cepat-cepat pergi karena ada job yang menunggu.
Sesampai dirumah budheku (aku, Vanya dan keluargaku akan menginap dirumah budheku selama di Jakarta). Siang sampe malam hari, kita hanya dirumah saja karena mama dan papaku kecapekan. Hingga malam harinya, saat aku dan Vanya sedang menonton SM*SH di TV, ada yang mengetuk pintu rumah budheku. Karena waktu itu hanya ada aku dan Vanya dirumah, akhirnya aku yang membukakan pintunya. Setelah aku buka pintunya, aku diam terpaku dan tidak bisa bicara satu patah kata pun. Ternyata yang datang adalah ANAK-ANAK SM*SH! Hatiku langsung degdegserrrr melihat sosok Dicky, Morgan, Bisma, Rangga, Ilham, Reza dan Rafel didepanku. Tanpa pikir panjang, aku langsung menyuruh mereka masuk dan duduk diruang tamu. Saat diruang tamu.....
“Loh? Kalian kan yang tadi di bandara?” Dicky terheran-heran.
“Iya kak, ini kita. Masih ingat? Eh ngomong-ngomong kalian kok bisa dirumah budheku ini?”
“Loh Tante Niken budhemu? Dia tante kami, haha.” Kata kak Morgan.
“Wah gak nyangka ya” kata Bisma.
“Wah keberuntungan banget buat aku sama Vanya! Aku seneng banget bisa deket banget sama kalian gini kak, gak nyangka. Smua ini kayak mimpi!”
Singkat cerita, kami mengobrol-obrol sampai lupa waktu, akhirnya setelah merasa lelah kakak-kakak SM*SH meninggalkan rumah budheku dan akan pergi ke penginapan mereka di Jakarta.
3 hari berlalu, kak Dicky enggak nge-bbm aku. Sampe pada Jumat malam, akhirnya kak Dicky nge-bbm aku. Dia mengajakku untuk jalan-jalan malam mingguan berdua. Oh betapa senangnya hatiku pada saat itu! Hatiku langsung cenat-cenut gak karuan, haha. Keesokkan malamnya, kak Dicky pun menjemputku dengan sebuah mobil.
“udah siap malam mingguan sama Dicky SM*SH?” goda kak Dicky.
“Uuuuu kayak mimpi aja nih, aku gak mimpi kan kak?”
“Enggak dong adeeeeek. Eh kamu cantik sekali malam ini” puji dia.
“Ah kak Dicky nggombal nih, bisa aja. Malu deh aku. Hihi” aku menjawab sambil malu-malu gitu, haha gimana gak malu dibilang cantik sama idola sendiri?
“Gak usah malu dek saaaay, ayo kita turun. Udah sampe nih”
“kak? Ini dimana?” aku heran.
“udah ayo kamu ikut aja!”
Setelah berjalan, akhirnya aku dan kak Dicky tiba ditempat tujuan. Restoran di pinggri ancol yang so sweet banget. Lilin dimana-mana. Ternyata kak Dicky udah nyiapin semuanya buat aku.
“Kak? Ini apa?” tanyaku.
“Sayang, ini semua buat kamu” katanya sambil menunjukkan senyumnya yang bisa bikin aku melting itu.
“Sayang? Apa maksud semua ini kak?”
“semuanya sudah jelas dek, aku sayang sama kamu tita. Maukah kamu menjadi pacarku?”
“KAK DICKY? INI SEMUA? SERIUS?” aku masih gak percaya.
“Iya Tita sayaaang, apa semuanya kurang jelas?”
“Aaaa kak dicky, aku gak nyangka. Aku mau kak jadi pacar kakak ”
Setelah aku berkata itu, kak Dicky langsung memelukku erat dan tak akan melepaskannya lagi!! :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar